Kamis, 31 Oktober 2013

Bahagia itu Sederhana



Seorang suami yang mendengar istrinya mengomel di rumah, berarti dia masih mempunyai keluarga. Seorang Istri yang mendapati suaminya ‘ngorok’ di sebelahnya, berarti dia masih punya seorang suami. Kita mendengar ayah dan ibu menegur dengan tegas, berarti kita masih mempunyai orang tua. Kita merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti kita masih mampu bekerja keras. Kita membersihkan cangkir, gelas dan piring setelah menjamu tamu di rumah, itu berarti kita masih punya teman. Pakaian terasa agak sempit, berarti kita makan cukup. Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, berarti kita punya banyak pakaian. Membersihkan jendela, beranda dan halaman, berarti kita mempunyai rumah. Mendapatkan banyak tugas yang sangat merepotkan, berarti kita dipercaya mampu melakukannya. Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan, pertanda bahwa karir dan bisnis kita bergerak dan hidup. Mendapatkan banyak komplain dari pelanggan, pertanda bahwa pelanggan kita masih ada dan loyal serta menginginkan kita menuju ke arah perubahan yang lebih baik. Mendengar suara atau nyanyian yang fals atau memekakkan telinga, pertanda bahwa kita masih bisa mendengar. Mendengar kicau burung dipagi hari menandakan kita masih hidup. Pendek kata, banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari. Aku bersyukur telah dapat menulis tulisan ini kepada anda. Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian. Amin.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar